Pengalaman Psikotest Di PT Indomarco Prismatama Atau Indomaret

 Halo, Gimana kabarnya kamu saat membaca blog ini? Aku harap dalam keadaan baik yaaa!

Gimana nih buat para jobseeker selama pandemi? Apakah sudah mendapatkan pekerjaan impian? Atau masih seperti aku yang tanpa henti dan tanpa lelah apply pekerjaan kesana kesini? Apapun yang sedang kamu lakukan jalani saja, nanti juga ada dititik paling indah.

Susah banget ya cari kerja di masa pandemi ini? Selain kondisi yang menyulitkan untuk pergi kemana-mana, banyak juga saingan dalam mencari pekerjaan. Kalian memang para pejuang!

Pada tanggal 24 Februari 2021, saya dikabari oleh teman bahwa PT Indomarco Prismata sedang membuka lowongan bagian :

1. Supervisor Trainee Distribution Center

2. Supervisor Trainee Bakery Area 

3. Supervisor Trainee General Affair

Namun, setelah dibaca dengan teliti lowongan tersebut untuk nomor 1 dan 2 untuk laki-laki sedangkan untuk perempuan hanya nomor 3 saja. 

Sebelum aku melamar sebagai ST General Affair, aku mencari tahu dulu apa saja jobdesc dari pekerjaan tersebut. Setelah membaca beberapa informasi terkait jobdesc tersebut, aku merasa cocok dengan jobdesc tersebut. Maka dari itu, aku langsung membuka email untuk melamar posisi tersebut.

Setelah mengirim email ke HRD Indomarco, aku langsung melupakan dan tidak berharap apapun. Karena jika berharap dan tidak ada panggilan selanjutnya aku akan merasa kecewa.

Pada tanggal 4 Maret 2021, aku mendapatkan WhatsApp dari pihak HRD PT Indomarco Prismatama yang isinya, aku diundang untuk melakukan test dan interview dengan syarat membawa surat keterangan rapid test.

Aku sempet mikir untuk tidak datang karena rapid test membutuhkan biaya, gak tega aja gitu minta biaya ke orang tua untuk test. Tapi, aku penasaran dan aku berpikir untuk cari pengalaman test aja. Lebih kepengen tau kalo test di perusahaan besar itu seperti apa.

Akhirnya nyoba bilang ke mama, dan mama langsung memberikan aku uang untuk rapid test. Saat itu juga langsung pergi ke labklinik Kimia Farma.

Tidak lama menunggu, hasilnya langsung keluar dan aku dinyatakan REAKTIF. Gimana perasaannya? Ya panik dong! Panik banget. Langsung pulang kerumah sambil ngelamun bawa motor, nyampe rumah langsung bilang mama kalo hasilnya reaktif. Mama juga ikutan panik. Bingung harus gimana, takut beneran kena covid dan disisi lain batal test.

Aku langsung chat kakak aku yang sedang bekerja di cikarang. Aku memberi tahu dia bahwa hasilnya reaktif. Kakak ku bilang jangan panik, rapid itu banyak hasilnya yang salah. Dia menyarankan untuk aku melakukan Swab Antigen, dia langsung transfer sejumlah uang untuk aku melakukan test Swab Antigen.

Akupun dengan panik dan udah ga berpikir berangkat untuk test, yang aku pikirkan cuma satu semoga tidak terkena covid. Aku berangkat untuk test di Rumah Sakit Siloam Purwakarta. Disanapun hanya ada beberapa orang yang melakukan test sehingga aku tidak perlu menunggu lama, setelah di test hasilnya pun keluar dan aku dinyatakan NEGATIF.

Alhamdulillah, aku langsung pulang dengan tenang. Sesampai dirumah aku beritahu hasilnya ke mama. Dan mama merasa tenang.

Keesokan harinya, aku jadi datang untuk melakukan psikotest. Dijadwal tertera jam 13.00 aku melakukan psikotest. Akupun berangkat dari rumah jam 12.10 setelah sholat dzuhur. Gimana perasaannya? Degdegan dong pasti, karena jujur ini pertama kali aku psikotest secara offline.

Jam 12.45 aku telah sampai di PT Indomarco Prismatama. Disana bertemu security yang menanyakan ada keperluan apa, aku jelaskan aku diundang untuk melakukan psikotest dan dipersilahkan masuk. Security tersebut memerintahkan aku untuk menunggu di halte yang ada di PT Indomarco Prismatama. Sesampai di halte tersebut aku heran, kok yang datang laki-laki semua. Tetapi setelah menunggu beberapa saat ada juga perempuan yang datang, aku langsung berkenal dengannya yang kuingat bernama Kiya dan Murti.

Selama menunggu aku mengobrol dengan mereka berdua, ternyata Kiya sama sepertiku piskotest ini adalah psikotest offline pertama untuknya.

Menunggu hingga jam 13.35, baru diarahkan untuk berbaris dan diminta untuk mengeluarkan surat Rapid Test, setelah itu masuk ke ruangan untuk melakukan psikotest. Sebelum melakukan psikotest pihak HRD menjelaskan resiko dan benefit apa saja yang akan didapatkan jika bekerja di PT Indomarco Prismatama.

Tidak beberapa lama, psikotest di mulai.

Menurutku piskotest tersebut sangat susah karena ini pertama kalinya. Mungkin jika waktunya banyak, aku dapat menyelesaikannya. Namun, ini waktunya sangat cepat sekali. 20 Soal dengan waktu 12 menit.

Tipe soalnya matematika dasar, aritmatika, bahasa indonesia soal cerita, soal keperibadian dan masih ada lagi soal-soal lainnya.

Aku selesai test sekitar jam 17.15. Setelah menyelesaikan test tersebut HRD memberitahukan kepada kami bahwa yang dipanggil nomor absennya berarti tidak boleh pulang dan langsung melakukan interview, sisanya akan dikabarkan 3 hari kemudian.

Hanya 5 orang yang melakukan interview dan itu laki-laki semua. Aku, Kiya dan Murti menganggap bahwa kita tidak diterima karena memang tidak bisa mengisi soal-soal tersebut apalgi saat soal matematika. Karena aku tidak punya persiapan sebelumnya, keburu panik sama hasil rapid test. hehehe.

Aku pulang dengan rasa sedih sebenernya karena sudah mengeluarkan uang untuk test hingga 2x tapi hasil testnya tidak memuaskan. Aku sangat takut mengecewakan orang tuaku.

Saat sampai di rumah, mama ku tidak merasa kecewa setelah aku beritahu hasilnyakarena menganggap  semua itu untuk pengalaman saja. Kalo keterima ya bonus.

Saran ku, untuk kalian yang mau psikotest harus persiapkan terlebih dahulu banyak-banyak latihan soal-soal. Banyak kok contohnya di youtube dan platform lainnya.

Semangat untuk kita para jobseeker! Aku dan Kalian Hebat!! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gundah

PENGALAMAN MAGANG DI BAZNAS PURWAKARTA