Mamaku yang hebat.
Kurasa, mamaku adalah ibu terbaik yang ada di dunia ini. Mengapa aku bisa menobatkan mamaku seperti itu? Sini sini, biar ku jelaskan kebaikan mamaku.
Dari mulai aku SMA, saat aku pulang selalu malam, selalu menginap di sekolah, jarang ada dirumah. Mama tidak pernah bertanya sama sekali aku kemana. Tidak khawatir kah dengan anak perempuannya? Bukan, bukan seperti itu kenyataannya.
Mama ku melakukan itu hanya karna mama sudah menitipkan satu hal yang dapat membuat hatinya tenang, yaitu KEPERCAYAAN.
Yap, mama menitipkan kepercayaan kepadaku. Dan mama tau aku akan selalu menjaga kepercayaan itu sehingga terbukti lulus SMA aku lancar tidak ada hambatan, malahan aku lulus dengan bangga karna telah mendedikasikan 3thnku untuk sekolah. Yaaaa, aku selalu menginap di sekolah, atau bahkan pulang malam karna aku menjadi salah satu bagian penting di organisasi sekolahku OSIS begitu orang-orang menyebutnya.
Aku sangat senang bergabung di osis karna aku menemukan teman yang penuh drama setiap harinya hahaha.
Balik lagi ke cerita hebatnya mamaku, setelah aku lulus SMA.
Aku bingung, otak menyuruhku untuk langsung bekerja saja agar bisa membantu keuangan mama, tapi hati dan mama menyuruhku untuk kuliah.
Aku tidak belajar karna niatku ingin bekerja, akhirnya aku mencoba untuk mendaftar kuliah ke negeri tapi nihil, aku tidak lulus.
Rasanya ingin menyerah, tapi mama bilang jangan langsung menyerah kampus yang swasta banyak dan bagus tidak harus selalu negeri.
Akhirnya aku memutuskan untuk kuliah di salah satu kampus yang ada di bandung.
Mama sibuk mengurus semua keperluanku tanpa terlewat, semua keinginanku di beli.
Awalnya mama khawatir aku akan ngekost selama 4tahun, karna aku anak yang sering sakit dari kecil.
Sampai mama bilang aku adalah anak mahal. Karna dari kecil selalu keluar masuk rumah sakit dan menghabiskan uang yang banyak di rumah sakit untuk berobat.
Tapi tahun pertama aku membuktikan, aku tidak pernah sakit sekali pun. Bahan masuk anginpun tidak. Padahal tahun pertama adalah tahun terberat di kampusku, karna harus ada ospek atau lebih tepatnya balas dendam kakak tingkat.
Aku menjalani tanpa mengeluh, karna aku disana bertemu teman-teman yang cukup hebat.
Aku selalu pulang ke rumah seminggu sekali, selalu aku sempatkan pulang.
Karna tempat ternyaman untuk pulang adalah rumah.
Mama tidak pernah sama sekali memarahiku karna sering pulang, padahal kalo di pikir2 itu menghabiskan banyak uang.
Kadang aku di rumah tidak lama, 1 malam saja besok pagi udah harus kuliah dan pulang ke bandung.
Oh yaaa, mama ku tidak pernah telat mentransfer uang bekal untukku. Selain selalu di transfer setiap bulannya, setiap pulang ke rumah aku selalu di belikan cemilan atau keperluan perempuan lainnya.
Bahagia bukan jadi aku memiliki ibu seperti mamaku?
Tentu.
Mama selalu bangga padaku walau aku hanya bisa masuk kampus swasta tidak seperti anak tetangga lainnya.
Setelah lulus kuliah, aku lulus tepat waktu tapi mama sedih kenapa wisuda harus online? Dan lebih sedihnya lagi ketika wisuda online dirumahku sedang hujan besar sehingga jaringan menjadi buruk.
Ketika namaku dipanggil layarku menghitam tidak muncul wajahku dan ibuku.
Padahal ibuku sudah dandan dan jait baju, sangat mengiris hati sekali.
Tapi, aku cukup bangga sama diriku lulus tepat waktu dengan predikat cumlaude.
Yaaa, aku di bandung hanya kuliah tanpa aneh-aneh. Jika aku mau aneh-aneh sangat mudah sekali disana, dekat sekali ke tempat penuh maksiat. Tapi aku memikirkan ibuku, mencari uang dengan berjualan kue setiap shubuh untuk dititipkan ke warung demi anaknya kuliah.
Ah, tidak tega aku menggunakan uang jerih payahnya itu untuk maksiat.
Setelah lulus itu, aku sulit mendapatkan pekerjaan. Entah apa ada yang salah dalam diriku sehingga aku sulit sekali mendapatkan pekerjaan. Dan mau tau apa yang mamaku lakukan?
Mama tidak memaksaku untuk segera mendapatkan pekerjaan bahkan ketika ditanya tetangga mamaku selalu membelaku dengan berdalih “biarin suruh istirahat dulu, kemarin selama 4tahun otaknya di puter terus”
Pengen nangis banget, tapi ku tahan.
Aku berusaha setiap hari meningkatkan skill yang aku punya dengan ikut webinar dan kursus-kursus online.
Namanya belum rezeki, ya belum dapat.
1 tahun telah berlalu, aku belum juga bertemu dengan rezekiku akhirnya aku mengeluh ke mamaku, lagi-lagi mama cuma jawab “sabar, rezeki kan Allah yang tentuin”.
Wah, hebat sekali mama ku.
Tidak pernah menjatuhkan mental anaknya.
Akhirnya aku mencoba berjualan online seperti jaman kuliah untuk mendapatkan uang tambahan aku selalu berjualan online, produk apapun aku jual.
Aku emang anak diskonan, setiap tanggal kembar aku selalu tidak pernah tidur karna berebut barang diskonan untuk dijual lagi hehe.
Taulah yaa hidup bertetangga pasti banyak omongan yang gaenak, apalagi aku telah menganggur selama itu.
Tapi mama sama sekali tidak pernah mengeluh kepadaku, sekali lagi mama selalu bangga padaku. Mama selalu bilang ke tetangga aku bisa menghasilkan uang walaupun aku di rumah, setiap hari aku selalu banyak kirim paket untuk customerku.
Mama bangga karna hal itu.
Padahal yang aku lakukan bukan untuk mama, tapi untuk diriku sendiri. Egois sekali kan aku? Tapi aku saat itu hanya mampu mengurus keuangan untuk diriku sendiri. Namun, lambat laun akupun tidak lupa selalu menyisihkan uang keuntunganku untuk berlibur bersama mama dan adikku.
Akhirnya liburan itu tercapai, aku, mama, adikku. Kita berlibur ke bandung dengan menginap di hotel.
Aku bangga sekali, aku bisa bayar hotel mewah, aku bisa bayarin makanan mama dan adikku.
Prinsipku ketika liburan itu, mama tidak boleh mengeluarkan uang sepeserpun.
Tapi namanya orang tua, tidak enakan melihat anaknya mengeluarkan terus menerus uang hasil kerja kerasnya. Setiap mau bayar apapun mama selalu larang aku mengeluarkan dompet, mama selalu bilang “udah dari mama aja” tapi masih bisa ku tahan dan aku yang bayar.
Mama selalu menahan keinginan apa yang mau mama beli, karna tidak enak pasti aku yang bayar. Aku selalu tanya, mama mau apa, mama mau beli apa. Jawabannya selalu kenyang atau tidak mau apa2.
Adikku pun sangat bahagia, karna baru pertama merasakan hotel semewah itu.
Kerasa langsung dihati kalo dia sangat bahagia di hari itu, apalagi saat dia ke cafe unicorn kesukaannya dan bebas pilih makanan apapun yang dia mau.
Cukup bahagia melihat mereka bahagia.
Sampai saat ini pun, aku belum mendapatkan pekerjaan tetap. Mulai sedih, merutuki diri sendiri, cape, dan bingung harus seperti apa lagi aku?
Umur semakin bertambah, peluang kerja semakin sedikit.
Saat ini aku hanya ingin satu, bekerja dan mengganti uang mamaku ketika membiayai aku kuliah. Karna itu uang jerih payah mama, aku ingin mengembalikannya supaya mama bisa pakai uangnya dengan bebas tanpa hrus mikir atau liat harga untuk membeli apa yang mama suka.
Mama sayang aku lebih dari apapun, ketika aku sakit mama selalu khawatir. Padahal umurku sudah 23 tahun. Tapi mama tetap khawatir, aku selalu di kompress setiap demam, mama menunggu disampingku tanpa tidur.
Hebat bukan mama ku? Tentu. Itu mama ku.
Mama terhebat di dunia versiku.
Aku sayang mama lebih dari apapun.
Maaaa, semoga mama panjang umur lebih dariku. Agar aku bisa membalas semua kebaikan mama kepadaku. Aku sangat ingin membalas semua tanpa mama pinta.
Maaa, tetap sehat yaaa! Jangan pernah sakit.
Maaa, doakan aku agar bisa cepat mendapatkan gaji tetap. Biar mama bisa aku ajak makan taichan lagi.
Mama suka kan taichan?
Maaa, maaf yaa aku belum bisa jadi anak yang bener-bener membanggakan.
Maaa, tidak ada kata lagi selain terimakasih sebanyak-banyaknya dan maaf.
Maaa, aku sayang mama sampai kapanpun.
Satu detikpun aku tidak pernah menyesal telah dilahirkan dari seorang ibu seperti mama.
Komentar
Posting Komentar